fbpx

Bikin Harga yang Bikin Orang Pengen Beli: Pake Psikologi Harga Yuk!

Bikin Harga yang Bikin Orang Pengen Beli: Pake Psikologi Harga Yuk!

Hai-hai, teman-teman! Kalian pernah denger soal psikologi harga? Jadi, kita mau bahas nih gimana cara pake psikologi harga biar orang semakin tertarik beli produkmu. Tenang aja, kita bakal jelaskan dengan sederhana dan pastinya bisa bikin penjualanmu melesat! Yuk, kita pelajari lebih dalam!

1. Kenali Target Pasarmu dengan Detil

Pertama, kenali siapa yang jadi target pasar produkmu. Apa mereka cenderung kelas atas, menengah, atau bawah? Ini penting, karena harga juga harus sesuai dengan kemampuan finansial mereka.


Contoh: Kamu jualan skincare mewah untuk kalangan atas yang mencari produk premium dan bersedia membayar lebih untuk kualitas terbaik.

2. Gunakan Penyebutan Angka yang Tepat

Pertama, manusia suka angka bulat. Contohnya, Rp 50.000 atau Rp 100.000 lebih cenderung menarik perhatian daripada Rp 53.700. Kedua, kalau harga produkmu lebih mahal, coba pake tiga angka belakang yang lebih rendah, misalnya Rp 999.000 daripada Rp 1.000.000.


Contoh: Produk fashion dengan harga Rp 99.900 lebih terlihat murah dibandingkan dengan Rp 100.000.

3. Bikin Pilihan Harga yang Strategis

Kalau punya beberapa pilihan harga, pastikan yang di tengah-tengah atau agak lebih tinggi dari rata-rata pilihan. Orang cenderung pilih yang di tengah, dan mereka akan merasa nilai produk lebih baik ketimbang pilihan termurah.


Contoh: Jika kamu jualan paket makanan dengan 3 pilihan harga, letakkan pilihan tengah di antara pilihan termurah dan termahal.

4. Gunakan Teknik Penyisipan

Ini triknya: kamu tawarkan dulu produk yang harganya lebih tinggi, lalu tawarkan produk yang lebih murah tapi lebih banyak fiturnya. Orang akan cenderung pilih produk kedua karena merasa dapet lebih banyak dengan harga yang lebih rendah.


Contoh: Kamu jualan kamera, tawarkan dulu yang pro dengan harga lebih tinggi, lalu tawarkan kamera yang juga bagus tapi dengan harga yang lebih terjangkau.

5. Bikin Harga Khusus

Buat promo atau diskon yang harga akhirnya berakhir di angka 9, misalnya Rp 199.000 daripada Rp 200.000. Orang cenderung lihat harga pertama dan merasa produk sedang diskon, meskipun bedanya cuma Rp 1.000.


Contoh: Produk skincare biasa Rp 250.000, tapi kamu kasih diskon jadi Rp 249.000.

6. Pertimbangkan Persepsi Kualitas

Harga bisa berpengaruh pada persepsi kualitas. Harga yang lebih tinggi bisa membuat orang berpikir produkmu lebih berkualitas. Tapi, ini harus diimbangi dengan produk yang sesuai dengan harapan mereka.


Contoh: Ponsel dengan harga lebih tinggi mungkin dianggap punya kualitas lebih baik dibandingkan dengan ponsel dengan harga lebih rendah.

7. Gunakan Strategi Bundle atau Paket

Bundling atau menggabungkan produk bisa bikin harga terasa lebih murah dan menarik. Misalnya, kamu jualan baju, kamu bisa bikin paket “Beli 2 Gratis 1” atau “Paket Hemat 3 Produk”.


Contoh: Jualan makanan? Buat paket makan siang dengan nasi, lauk, dan minuman, harganya lebih murah daripada beli satu-satu.

8. Pantau Respons Pasar

Jangan lupa pantau reaksi pasar terhadap harga yang kamu tentukan. Kalau ternyata banyak yang kurang antusias atau banyak yang protes harga terlalu mahal, kamu bisa pertimbangkan untuk revisi.


Contoh: Kamu jualan gadget, tapi ternyata banyak yang komentar produkmu overpriced. Ini bisa jadi pertanda kamu harus cek ulang harga.


Kesimpulan: Pakai Psikologi Harga dengan Bijak


Jadi, teman-teman, psikologi harga itu nyata dan bisa bikin penjualanmu meroket. Tapi, ingat, jangan asal-asalan. Pertimbangkan produkmu, target pasarmu, dan tentukan harga yang tetap adil. Semoga tips ini bermanfaat dan sukses dalam berjualan!

Kategori :

Jualan Online
Share This :

Udah gak sabar pengen ngerasain manfaat dari produk kami untuk pertumbuhan bisnis dan skill Anda?

Skill Growth With US

Kunjungi Juga Social Media Resmi Kami di :

Copyright © 2023 Up Your Skill. All Rights Reserved.

Home

Belajar Gratis

Produk Kami